Kamis, 20 Februari 2014

Imam Mahdi

Imam Mahdi merupakan keturunan Rasulullah SAW. “Al-Mahdi berasal dari keluargaku, anak cucu keturunan Fatimah (putri Rasulullah)” (HR. Ibnu Majah). Dia memiliki nama seperti nama Rasulullah dan nama bapaknya seperti nama bapak Rasulullah (Abdullah). Dia akan muncul ketika bumi sudah penuh dengan orang-orang dzalim. "Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan, dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun.” (HR. Thabrani).
            Pembahasan tentang Imam Mahdi adalah pembicaraan tentang tanda-tanda besar akhir zaman. Al-Mahdi hanyalah manusia biasa, dia tidak tau yang ghaib, dan dia adalah laki-laki yang Allah pilih untuk menjadi khalifah umat Islam. Awalnya Imam Mahdi tidak sanggup untuk menjadi khalifah hingga ia mendapat mimpi. “Al-Mahdi berasal dari umatku yang akan diislah oleh Allah dalam satu malam” (HR. Ibnu Majah). Yang dimaksud “diislah” dalam satu malam adalah Allah akan memberikannya kekuatan, kemampuan, dan kekuasaan dalam satu malam. Dia akan menjadi seorang pemimpin yang bijaksana padahal sebelumnya dia bukan siapa-siapa.
“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, lalu seorang lelaki dari penduduk Madinah lari mencari perlindungan ke Makkah, mereka membaiatnya secara paksa, ia dibaiat di antara Rukun dan Maqam Ibrahim. Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR. Abu Daud). Perlu diingat bahwa yang dimaksud dengan Syam meliputi wilayah Suriah, Yordan, Palestina, Lebanon, dan Negara Zionis Israel. Lalu, siapakah yang membaiatnya pertama kali? Siapakah yang mengejarnya lalu ditenggelamkan Allah?
“Sebuah pasukan akan datang dari Syam dan orang-orang terbaik Iraq, mereka datang membaiatnya di antara Rukun dan Maqam Ibrahim” (HR. Abu Daud). Hadits ini sangat berkaitan dengan hadits di atas dimana Al-Mahdi akan dibaiat di antara Rukun dan Maqam Ibrahim. Berdasarkan hadits ini, orang yang akan membaiatnya yaitu orang-orang terpilih alim ulama dari penduduk Syam dan Iraq. Dan akan ada sekelompok pasukan pembela Al-Mahdi yang menjadi bala tentaranya. “Akan ada sekelompok pasukan berpanji hitam yang datang dari Khurasan, tidak ada kekuatan manapun yang dapat menghentikannya, mereka sampai ke Yeressalem dan mengibarkan bendera mereka” (HR. Tirmidzi).
Aisyah berkata, "Pada suatu hari tubuh Rasulullah bergetar dalam tidurnya. Lalu kami bertanya, 'Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan wahai Rasulullah?' Rasulullah menjawab, 'Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju Baitullah (Ka'bah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka'bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai ke padang pasir, maka mereka ditelan bumi.' Kemudian kami bertanya, 'Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?' Beliau menjawab, 'Benar, di antara mereka yang ditelan bumi tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah SWT akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit, menurut niat mereka masing-masing." (HR. Bukhari, Muslim). Jadi, yang mengejar Al-Mahdi berasal dari Syam dengan tujuan berbeda.
Lalu, apakah tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi lainnya? Lihat terus perkembangannya. Wallahualam, apabila ini benar maka ini semua atas bimbingan Allah dan apabila ini salah adalah karena nafsu kami. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar