Imam Mahdi merupakan
keturunan Rasulullah SAW. “Al-Mahdi berasal dari keluargaku, anak cucu
keturunan Fatimah (putri Rasulullah)” (HR. Ibnu Majah). Dia memiliki nama seperti
nama Rasulullah dan nama bapaknya seperti nama bapak Rasulullah (Abdullah). Dia
akan muncul ketika bumi sudah penuh dengan orang-orang dzalim. "Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh
kezhaliman dan kesemena-menaan, dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan
itu telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang
berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama
bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana
ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di
waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi
pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup
bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun.” (HR. Thabrani).
Pembahasan tentang Imam Mahdi adalah pembicaraan
tentang tanda-tanda besar akhir zaman. Al-Mahdi hanyalah manusia biasa, dia
tidak tau yang ghaib, dan dia adalah laki-laki yang Allah pilih untuk menjadi
khalifah umat Islam. Awalnya Imam Mahdi tidak sanggup untuk menjadi khalifah
hingga ia mendapat mimpi. “Al-Mahdi berasal dari umatku yang akan diislah oleh
Allah dalam satu malam” (HR. Ibnu Majah). Yang dimaksud “diislah” dalam satu
malam adalah Allah akan memberikannya kekuatan, kemampuan, dan kekuasaan dalam
satu malam. Dia akan menjadi seorang pemimpin yang bijaksana padahal sebelumnya
dia bukan siapa-siapa.
“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, lalu
seorang lelaki dari penduduk Madinah lari mencari perlindungan ke Makkah, mereka membaiatnya secara paksa, ia dibaiat di antara
Rukun dan Maqam Ibrahim. Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk
Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di
antara Mekkah dan Madinah.” (HR. Abu Daud). Perlu diingat bahwa yang dimaksud
dengan Syam meliputi wilayah Suriah, Yordan, Palestina, Lebanon, dan Negara
Zionis Israel. Lalu, siapakah yang membaiatnya pertama kali? Siapakah yang
mengejarnya lalu ditenggelamkan Allah?
“Sebuah
pasukan akan datang dari Syam dan orang-orang terbaik Iraq, mereka datang
membaiatnya di antara Rukun dan Maqam Ibrahim” (HR. Abu Daud). Hadits ini
sangat berkaitan dengan hadits di atas dimana Al-Mahdi akan dibaiat di antara
Rukun dan Maqam Ibrahim. Berdasarkan hadits ini, orang yang akan membaiatnya
yaitu orang-orang terpilih alim ulama dari penduduk Syam dan Iraq. Dan akan ada
sekelompok pasukan pembela Al-Mahdi yang menjadi bala tentaranya. “Akan ada
sekelompok pasukan berpanji hitam yang datang dari Khurasan, tidak ada kekuatan
manapun yang dapat menghentikannya, mereka sampai ke Yeressalem dan mengibarkan
bendera mereka” (HR. Tirmidzi).
Aisyah
berkata, "Pada suatu hari tubuh Rasulullah bergetar dalam tidurnya. Lalu
kami bertanya, 'Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau
lakukan wahai Rasulullah?' Rasulullah menjawab, 'Akan terjadi suatu keanehan,
yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju Baitullah (Ka'bah) untuk memburu seorang
laki-laki Quraisy yang
pergi mengungsi ke Ka'bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai
ke padang pasir, maka mereka
ditelan bumi.' Kemudian kami bertanya, 'Bukankah di jalan padang pasir itu
terdapat bermacam-macam orang?' Beliau menjawab, 'Benar, di antara mereka yang
ditelan bumi tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang
dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu
perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama.
Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah SWT akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit,
menurut niat mereka masing-masing." (HR. Bukhari, Muslim). Jadi, yang
mengejar Al-Mahdi berasal dari Syam dengan tujuan berbeda.
Lalu,
apakah tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi lainnya? Lihat terus perkembangannya.
Wallahualam, apabila ini benar maka ini semua atas bimbingan Allah dan apabila
ini salah adalah karena nafsu kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar