Sabtu, 10 Mei 2014

Khilafah dan Khalifah

Khilafah dan khalifah sangat mirip penulisannya namun berbeda arti. Khalifah adalah seorang pemimpin sedangkan khilafah adalah sebuah Negara yang dipimpin oleh seorang khalifah. Tentunya khilafah bukanlah Negara biasa karena khilafah merupakan suatu Negara yang berlandaskan hukum Islam. Khilafah tidak seperti Negara yang ada saat kini yang telah terpisah oleh perbatasan, sehingga sebuah Negara tidak diperbolehkan untuk campur tangan urusan pribadi Negara lain. Sebaliknya, khilafah merupakan suatu Negara yang tidak memiliki batas, selama ada Islam maka disitulah khilafah berdiri. 
Rasulullah SAW bersabda: “Masa ke Nabi an akan terjadi dalam masa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekhalifahan sesuai dengan sunnah Nabi dalam masa yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kerajaan yang sangat berkuasa dalam masa yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekuasaan diktator dalam waktu yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekhalifahan sesuai dengan sunnah Nabi, kemudian beliau -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- diam”. (HR. Ahmad dalam Musnad nya, dishahihkan oleh al hafizh Al Iraqi dan al albani).
Saya akan memberi keterangan tentang hadits di atas. Zaman ke Nabi an ada semenjak Nabi Adam a.s. dan telah hilang ketika Rasulullah SAW meninggal. Kemudian, diganti dengan masa kekhalifahan dengan Abu Bakar sebagai khalifah pertama dan diganti oleh beberapa generasi hingga dicabut masanya. Kemudian, datanglah masa kerajaan yaitu dimana mereka mengaku dan dijuluki sebagai khalifah namun pola penetapan khalifahnya berdasarkan garis keturunan bukan berdasarkan musyawarah. Nah, sekarang kita sedang berada di zaman rezim diktator yang kejam dan rakus seperti Bashar Al-Assad, Mubarak, Amerika. Contoh, Bashar Al-Assad di Suriah telah banyak membantaian anak kecil dan wanita, di Indonesia kekayaan sumber daya alam telah diambil Amerika melalui PT. Freeport yang telah mengambil jutaan ton emas di Papua.
Khilafah sudah ada semenjak Rasulullah SAW meninggal, yang ketika itu ketentraman sebuah Negara sangat terjamin. Namun, khilafah semakin kecil dan menyusut sepeninggalan zaman kerajaan. Akhirnya, pada tahun 1924 secara tidak terduga umat Islam yang sangat banyak ketika itu dibantai habis-habisan oleh tentara Amerika dan Sekutu dan terjadilah perang dunia ke 2. Kemudian, di sinilah terjadinya keruntuhan Islam dan hancurnya khilafah. Saat itu umat Islam hampir punah, dihina, dijajah, dilecehkan, dan agamanya dinistakan oleh dunia. Khalifah pun tidak ada, sehingga kaum muslim tidak memiliki lembaga untuk mempersatukan. Padahal, menunjuk seorang khalifah merupakan kewajiban bagi kita semua sebagaimana kesepakatan para ulama terdahulu: “Ketahuilah juga bahwa sesungguhnya para sahabat r.a. telah ber ijma’ (sepakat) bahwa mengangkat imam (khalifah) setelah zaman kenabian adalah kewajiban, bahkan mereka menjadikannya kewajiban yang terpenting” (Ibnu Hajar Al-Haytami Al-Makki Asy-Syafi’I dalam kitabnya).
 Allah SWT telah menjanjikan akan berdirinya khilafah kembali sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah akan mengutus bagi umat ini (umat Islam) orang yang akan memperbaharui (urusan) agama mereka pada setiap akhir 100 tahun” (dalam sebuah hadits yang shahih dari Abu Hurairah r.a.). Jika kita menghitung kembali setelah tahun 1924 yang hidup dengan kekosongan tanpa khalifah maka di tahun 2024 Insya Allah akan ada seorang khalifah kembali. Siapakah dia? Dia adalah Imam Mahdi, ingin tau kelanjutannya? Pantau terus perkembangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar